KASIRO


Berita

1. Tips Umum Membedakan Uang Asli Dan Palsu Yaitu Dengan Kaidah 3D

2. 10 Alasan Saya Menutup Kartu Kridit

3. Siapa Saja Yang Bisa Melihat Reply dan Mention Anda di Twitter ?

TIPS UMUM MEMBEDAKAN UANG ASLI DAN PALSU YAITU DENGAN KAIDAH 3D

1.Dilihat

Pastikan uang yang anda terima memiliki warna, corak dan gambar yang baik serta memiliki tanda-tanda uang asli seperti tanda air yang menggambarkan pahlawan-pahlawan nasional, serta benang tali pengaman yang berada di dalam uang tersebut. Uang pecahan besar akan memiliki tanda lain seperti gambar dan warna yang mencolok dan details tulisan "mikro" yang jelas dibawah tulisan Bank Indonesia

2. Diraba

Usaplah uang tersebut apakah uang itu terasa kasar atau lembut. Uang yang asli biasanya agak kaku dan tebal bahan kertasnya. Di samping itu pada angka atau gambar uang biasanya sengaja dicetak agak menonjol dan akan terasa jika diusap-usap.

3.Diterawang

Langkah yang terakhir adalah menerawangkannya ke sumber cahaya kuat seperti matahari dan lampu. Ini untuk melihat apakah bagian tali pengaman dan tanda mata air apakah kondisi baik atau tidak. Cara terbaik adalah memeriksa dengan alat sinar ultraviolet.

Berikut adalah beberapa modus peredaran uang palsu

1. Penyebaran uang palsu biasanya meningkat disaat bertambahnya jumlah uang beredar, yaitu disaat: Lebaran, Tahun Baru dan saat Kampanye Pemilu

2. Hati-hati terselipnya uang palsu, bahkan uang mainan anak-anak diantara bundle/tumpukan uang asli. Biasanya diselipkan ditumpukan uang baru. Hati-hati juga pada penjualan pecahan uang baru di pinggir jalan.

Dari berbagai sumber

10 ALASAN SAYA MENUTUP KARTU KRIDIT

Departemen Keuangan mungkin mencetak dolar lebih sedikit, tapi saya akan membayar semua secara tunai.

Uang kertas membutuhkan Anda.

Semakin bertambah pedagang yang tidak akan menerima uang tunai lagi. Itu termasuk banyak maskapai penerbangan, yang memaksa Anda membayar dengan kartu kredit jika Anda ingin membeli minuman atau sandwich di dalam pesawat. Dan sekarang muncul berita bahwa Departemen Keuangan AS sedang mencetak dolar lebih sedikit, sepertinya kita sedang bergerak menuju perekonomian serba-plastik.

Berita bagus bagi bank. Juga bagi perusahaan kartu. Berita besar untuk pembentukan pemasaran, yang sekarang dapat masuk kedalam transaksi dan kehidupan pribadi kita secara lebih rinci dan semakin rinci.

Saya? Panggil saja saya pelawan arus, atau panggil saya kasar, tapi saya melihat ini dengan murung. Ini bukan langkah maju. Ini langkah mundur. Secara pribadi, saya sudah bergerak ke arah lain. Saya sudah mengurangi penggunaan kartu kredit dan kartu debit saya. Kabar terbaru adalah dorongan terakhir yang saya butuhkan untuk membuat kartu kartu itu sepenuhnya keluar dari kehidupan saya. Saya akan membayar tunai semua transaksi.

Berikut adalah 10 alasan mengapa:

1.Saya akan belanja lebih sedikit. Berbagai studi ilmiah, seperti salah satunya di Institut Teknologi Massachusetts, telah menemukan bahwa orang hanya bersedia belanja lebih ketika mereka menggunakan kartu kredit dibanding ketika mereka belanja dengan uang tunai. Ini akal sehat. Tidak heran obsesi nasional kita pada belanja benar-benar telah bergulir saat kartu kredit hadir dalam kehidupan kita. Dan saya telah membuktikan secara pribadi. Musim gugur dan musim dingin yang lalu, ketika saya pergi dengan perpanjangan waktu, tanpa membawa kartu plastik apapun, hari demi hari tingkat belanja saya benar-benar menurun.

2. Bonus kartu tidak senilai. Banyak orang menggunakan kartu kredit mereka untuk mil frequent flyer atau bonus lainnya. Tetapi banyak dari deal ini semakin kurang berharga. Airlines memotong kembali program-program flyer. Dan apa baiknya pula program-program ini? Schwark Satyavolu, pendiri-bersama BillShrink, mengatakan bahwa jika Anda benar-benar cerdas, berdedikasi dan terencana untuk mendapatkan dan menggunakan bonus Anda, Anda kadang-kadang bisa mendapatkan penawaran yang sangat baik. Tapi secara keseluruhan, katanya, deal menjadi semakin kurang berharga, dan semakin berfokus pada kartu dengan biaya tahunan. Sebagian besar dari kita melaksanakannya dengan sangat baik jika kita berhasil mendapatkan kembali 2% pada kartu kita. Tapi dibandingkan dengan jumlah tambahan yang mesti Anda belanjakan, 2 % hanyalah pakan ayam.

3. Kas membuat penganggaran lebih mudah. Perencana keuangan pribadi mendorong klien untuk menyusun anggaran. Ini saran yang hebat, dalam teori saja. Tapi saya punya pengakuan: Saya type orang yang tidak begitu terorganisir. Begitu juga, saya duga, kebanyakan dari kita. Tetapi jika saya harus pergi ke bank seminggu sekali dan menarik sejumlah uang tunai, itu membuat penganggaran menjadi otomatis. Mudah.

4. Kurang khawatir tentang pencurian identitas. Apakah Anda termasuk orang yang khawatir saat memberikan kartu Anda atau rincian setiap kali Anda belanja? Saya termasuk. Bank dan pedagang online bekerja keras untuk menjaga keamanan, tetapi penjahat sama cerdiknya. Mereka cukup banyak. Setiap saat ada saja orang yang menjadi korban pencurian identitas. Menggunakan uang tunai mengurangi risiko ini.

5. Lebih sedikit dorongan untuk belanja. Salah satu cara kartu kredit membiarkan kita belanja lebih banyak adalah kartu membuat kita lebih mudah untuk membeli hal-hal yang tidak kita perlukan, dan bahkan tidak mau. Dan toko-toko dibentuk untuk mendorong hal tersebut, mereka mengandalkan pada ilmu pemasaran yang canggih untuk memanipulasi Anda hingga mengeluarkan isi dompet Anda. Jika Anda tidak memiliki uang tunai, Anda tidak dapat berbelanja secara royal. Jika Anda benar-benar ingin barang tersebut, Anda dapat kembali dan membelinya besok. Tapi kemungkinan besarnya Anda tidak akan kembali (Setelah berfikir kembali bahwa barang tersebut tidak terlalu Anda perlukan)

6. Saya masih dapat berbelanja online. Hanya karena saya menggunakan uang tunai tidak berarti saya benar-benar terhalang dari transaksi online. Ya, saya harus membengkokkan prinsip, tapi saya tidak perlu mematahkannya: saya bisa membeli kartu prabayar di toko dan mengisinya dengan uang tunai. Oke, tetap plastik, tapi saya harus membayarnya di muka, dengan uang tunai, dan akan memiliki batas. (Pada prinsip yang sama, saya juga dapat menggunakan kartu prabayar sebagai cadangan darurat jika saya bepergian).

7. Ucapkan selamat tinggal utang. Saya membayar kartu saya penuh di setiap bulan, tetapi kebanyakan orang tidak. Mereka menggunakan kartu mereka untuk meminjam, dan itu adalah bencana keuangan. ita telah melihat dampak utang yang berlebihan pada perekonomian kita. Menurut Bankrate.com, rata-rata kartu membebankan bunga 14%. Banyak juga yang membebani lebih tinggi dari itu. Dan Anda membayarnya dengan penghasilan setelah pajak. Sebagai ilustrasi, Anda harus mendapatkan setidaknya 16,5% di pasar saham (sebelum pajak saham 15%) hanya untuk sekedar mampu membayar. Anda masih beruntung. Kata sekolah bisnis New York University Stern School Bisnis, sejak 1928, saham AS telah menghasilkan keuntungan rata-rata hanya 9,7%. Dan Bankrate menghitung bahwa seseorang yang membeli barang seharga $ 1.000 dengan kartu kredit dengan bunga 14%, dan hanya membayar 2% dari saldo setiap bulan, maka akan membayar $ 1.750 untuk barang tersebut. Akan memakan waktu 110 bulan untuk melunasi tagihan.

8. Privasi. Kartu kredit adalah alat yang hebat untuk melacak orang.Mereka mengatakan dengan tepat apa yang Anda beli, di mana dan kapan. (Semua data dilacak oleh smartphone Anda, iPad Anda dan seterusnya, dan kita pada dasarnya sperti tikus berlarian di sekitar sangkar sementara strategi pemasaran mempelajari setiap gerakan kita). Saya harus mengakui saya benci hal tersebut. Dan saya menyukai privasi dan anonimitas uang tunai. Minggu lalu saya bertemu teman saya untuk makan siang. Tapi saya mampir terlebih dahulu di bank saya untuk mengambil uang tunai. Ini bukan urusan American Express.

9. Kas membangun kembali hubungan antara apa yang saya peroleh dan apa yang saya belanjakan. Saya ingat kembali ketika saya mendapat pekerjaan pertama saya: saya mulai menghitung berapa banyak semua yang saya belanjakan dalam hitungan jam kerja. Compact Disk baru itu harganya 2 jam kerja saya, dan seterusnya. Itu adalah disiplin yang baik. Kartu kredit melemahkan hubungan tersebut. Tidak heran bahwa pertambahan kartu kridit telah mengakibatkan ledakan dalam jumlah gaya hidup di luar kemampuan mereka. (Apakah ini juga kebetulan bahwa munculnya kartu kredit juga bertepatan dengan runtuhnya serikat pekerja ? Sebelum ada VISA, jika Anda ingin membeli mobil mewah atau liburan tahun depan, Anda membutuhkan kenaikan gaji).

10. Kas membantu orang yang ingin saya bantu. Uang masuk ke pedagang dan pemasok. Kalau saya pergi ke bank lokal saya untuk menguangkan cek, saya menjaga beberapa teller lokal dalam pekerjaan. Kartu kredit? Saya membantu eksekutif bank keuangan, tim pemasaran dan call center yang mungkin ada di negara lain. Saya yakin mereka semua orang baik-baik, dan saya berharap mereka adalah orang baik baik. Tetapi jika saya harus memilih, dan lakukan, saya lebih suka membantu pedagang lokal dan staf bank saya.

(10 Reasons I'm Cancelling My Credit Cards, Diterjemahkan bebas dari artikel di SmartMoney oleh Brett Arendt, Friday July 8,2011)

Siapa Saja Yang Bisa Melihat [Reply] dan [Mention] Anda di Twitter ?

Pada dasarnya, siapa saja diantara follower anda yang bisa melihat [reply] dan [mention] anda, di beranda mereka atau kolom tweet semua teman adalah sebagai berikut:

1. Kalau karakter pertama tweet anda adalah @, maka tweet hanya dapat dilihat oleh (a) penerima dan (b) setiap follower anda yang juga menjadi follower si penerima reply

2. Kalau karakter @ didahului oleh karakter lain apapun, maka tweet bisa dilihat oleh semua follower anda

Contoh illustrasi nya:

[a] Hallo @kasiro11, saya menikmati lagu "Dodol Garut" dari penyanyi " Siti Duile"

[b] Saya menikmati lagu "Dodol Garut" dari penyanyi " Siti Duile" @kasiro11

[c] @kasiro11, saya menikmati lagu "Dodol Garut" dari penyanyi " Siti Duile"

[d] Tau gak, @kasiro11, saya menikmati banget lagu "Dodol Garut" dari penyanyi " Siti Duile"

Semua tweet diatas akan diperlakukan berbeda. Yang [c] hanya akan dapat dilihat oleh follower anda dan juga follower @kasiro11. Jadi, jika anda memiliki follower yang mengagumi anda, dan menyukai penyanyi "Siti Duile" dan tidak tahu atau belum kenal @kasiro11, maka orang tersebut akan kehilangan posting tweet anda. Sedang yang [a], [b], dan [d] akan dapat dibaca oleh semua follower anda.

Perbedaan ini muncul karena alasan anomali historis penggunaan Twitter.

Dulu, Twitter menawarkan pilihan "pengaturan" bagaimana memperlakukan reply dan mention (saat itu semua disebut reply, bahkan bila sebenarnya tidak menjawab/me reply apa-apa). Anda bisa memilih reply dan mention untuk semua, atau hanya kepada mereka yang ditujukan dari orang yang anda follow.

Dalam upaya menghemat bandwidth, Twitter, tanpa memberitahu kita, menghilangkan pilihan tersebut, dan mencegah kita melihat reply dan mention kecuali si penerima reply juga kita follow.

Saat orang menjadi sadar bahwa banyak, malah kebanyakan, tweet yang dulu bisa mereka baca kini sudah tidak terbaca lagi, dan mereka tidak dapat lagi melihat pembicaraan (conversation). Terjadi kebingungan pada pengguna Twitter untuk beberapa alasan.

Yakni: (1) anda kehilangan banyak, bahkan kebanyakan tweet dari orang-orang yang anda follow (2) rasanya lebih "nyambung & mudeng" mendengar pembicaraan 2 pihak dari pada hanya 1 pihak (3) bagi kebanyakan kita, pembicaraan tersebut adalah utamanya untuk memperluas jejaring sosial kita di Twitter. Dengan memberi kesempatan mengenal orang yang dikenal teman kita, tapi belum kita kenal. Jadi sebagai jalur "pengenal" sosial lah.

Sebagai pemuas keluhan kita, Twitter mempersempit definisi reply untuk tweet yang ber awalan @. Tapi kita masih tidak dapat melihat, kecuali kita mem follow penerima dan juga penulis reply.

Tapi kalau karakter @ muncul dimana saja tidak sebagai karakter pertama, kita bisa melihatnya, karena itu bukan lagi digolongkan sebagai reply.

Kalau anda atau follower tidak bisa lagi memilih untuk melihat semua reply dan mention pengirim. Pengirim masih memiliki control menentukan mana dari reply dan mention nya yang dapat dilihat oleh semua follower nya.

Jadi, kalau anda bingung kenapa beberapa orang memulai tweet dengan menggunakan karakter "." Atau ">". Kini anda sudah tahu jawabannya.

Sebuah contoh: Saya memfollow Anita dan kami sama-sama tertarik dengan masalah kesehatan. Satu hari saya melihat Anita melakukan obrolan dengan Bonita, seputar masalah kesehatan juga. Saya mungkin mulai mem follow Bonita dengan alasan (1) Bonita juga mungkin tertarik dengan hal yang sama dengan saya (2) Bonita adalah seorang yang di kagumi oleh Anita teman saya. Tapi kalau saya tidak pernah melihat tweet mereka, saya mungkin juga tak akan pernah kenal Bonita.

Contoh lainnya: Amir, yang saya follow men tweet seputar pertunjukan artis yang saya kagumi. Kemudian di tweetnya saya mlihat Amir mengucap terima kasih ke Budi karena me retweet soal pertunjukan tersebut. Saya berfikir mungkin Budi itu : (1) memiliki kekaguman yang sama pada artis yang saya kagumi atau (2) seorang teman dekat atau akrab dengan Amir. Tapi seandainya saya tidak pernah melihat tweet mereka, saya gak akan pernah kenal siapatuh Budi.

Moga sedikit membantu

(diterjemahkan bebas dari TweetSmarter, oleh RayBeckerman di http://rays20.blogspot.com/2010/06/who-can-see-your-replies-mentions.html

kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro
kasiro